Sebelum Mengajukan KPR, Inilah Tahapan-Tahapan yang Harus Kamu Tahu

Membeli rumah mungkin menjadi salah satu impian hidup bagi mayoritas orang. Terlebih saat kita hendak berkeluarga, bayangan untuk membeli rumah jadi terasa begitu dekat dan mendesak. Padahal membeli rumah bukanlah sesuatu yang bisa terwujud dalam semalam saja, kecuali dapat rumah karena menang lotere. Investasi rumah adalah proses yang panjang. Apalagi bagi kita yang penghasilannya belum begitu banyak. Butuh menabung bertahun-tahun agar dapat membeli rumah idaman.

Tapi sebenarnya kita tidak perlu terlalu khawatir tidak bisa membeli rumah karena penghasilan kita minim. Ada alternatif skema pembelian rumah yang dapat memudahkan kita yaitu KPR. Lewat skema KPR yang biasanya difasilitasi oleh berbagai bank ini, kita dapat menempati rumah tersebut meskipun kita masih belum melunasi pembayaran. Dan pembayaran rumah pun dapat dicicil perbulannya dengan jangka waktu yang panjang, bahkan bisa sampai 25 tahun lamanya. Tertarik mengajukan KPR tapi takut ribet? Nggak usah takut, ini tahapan-tahapan dalam pengajuan KPR yang harus kamu tahu! Nggak pakai ribet, kok!

1. Mencari informasi terkait rumah yang akan dibeli

Cari dulu rumah yang tepat!

sumber gambar

Tentu saja langkah paling pertama yang harus ditempuh adalah mencari dan menentukan rumah yang akan kita beli. Tahap ini menjadi penting karena memilih rumah tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Terdapat banyak aspek yang harus kita pertimbangkan sebelum menentukan rumah mana yang akan kita beli. Baik pertimbangan lokasi, hingga perhitungan harga dan nilai investasinya. Pastikan rumah incaran kita memiliki prospek yang baik dan sesuai dengan budget kita. Seperti di Permata Bogor Residence, harga perumahan yang terjangkau ditambah nilai investasi rumah yang terus meningkat hingga 51% dalam waktu 2 tahun saja tentu akan sangat menguntungkan.  Kamu yang ingin mencari informasi lebih lanjut bisa klik di sini.

2. Melengkapi persyaratan dokumen

Semua dokumen harus disiapkan dengan baik

sumber gambar

Langkah kedua adalah mencari tahu persyaratan yang dibutuhkan untuk pengajuan KPR. Mengurus dokumen persyaratan ini pun membutuhkan kecermatan dan kesabaran, karena kita harus memastikan semua persyaratannya terpenuhi dengan baik. Selain itu, saat melengkapi dokumen kita akan berurusan dengan banyak lembaga terkait, baik itu untuk meminta legalisir dokumen atau keperluan lainnya. Sehingga kita harus menyediakan waktu di antara kesibukan kita pula.

3. Melakukan pengajuan ke bank, pihak bank akan melakukan pengecekan data ke BI

Jangan lupa berpakaian rapi, ya!

sumber gambar

Setelah dokumen persyaratan kita lengkap, langkah selanjutnya adalah melakukan pengajuan ke bank. Perlu diingat bahwa saat melakukan pengajuan, kita harus berpenampilan dengan meyakinkan karena hal tersebut akan memengaruhi pandangan pihak bank terhadap kita. Setelah kita mengajukan KPR, pihak bank akan mengecek data keuangan dan track record kita ke Bank Indonesia. Jika kita berhasil lolos dari tahap ini dan dinyatakan memiliki track record yang bersih, kita akan langsung masuk ke tahap selanjutnya.

4. Proses peninjauan nilai rumah atau appraisal

petugas akan menaksir nilai investasi rumah

sumber gambar

Setelah kita lolos dari tahap pengecekan BI, maka pihak bank akan menindak lanjuti dengan cara meninjau rumah yang akan kita beli. Di sini, bank akan menentukan kisaran nilai investasi rumah dan menyesuaikan dengan harga rumah tersebut. Perlu diingat bahwa proses appraisal ini tidak gratis, lho. Kita harus membayar petugas appraisal sesuai dengan ketentuan dari pihak bank.

Kecuali jika pihak yang rumahnya akan kamu beli sudah memiliki kerja sama terlebih dahulu dengan pihak bank, seperti di Permata Bogor Residence. Sehingga bank sudah tidak perlu melakukan proses appraisal karena bank sudah terlebih dahulu setuju dengan harga rumah tersebut. Dengan membeli rumah di Permata Bogor Residence yang sudah terlibat kerjasama dengan bank, proses pengajuan KPR akan jadi lebih mudah dan bebas biaya appraisal!

5. Wawancara dan analisa penawaran bank

Analisa dulu penawaran bank!

sumber gambar

Jika bank sudah melakukan appraisal dan setuju dengan rumah yang akan dibeli, langkah selanjutnya adalah wawancara. Sama seperti saat pengajuan, usahakan tampil rapi dan meyakinkan meskipun jika sudah sampai tahap ini artinya bank sudah hampir menyetujui ajuan KPRmu. Bank akan mengajukan penawaran skema KPR, dan kita harus menganalisanya terlebih dahulu sebelum menerima penawaran tersebut. Perhatikan suku bunga KPR, rincian biaya KPR, dan syarat serta ketentuan KPR. Jika menurutmu semua sudah sesuai, maka bank akan segera memproses ke tahap selanjutnya.

6. Bank menerbitkan SP3K

SP3K sudah terbit, tapi perjuangan belum selesai!

sumber gambar

Setelah keluar penawaran dari bank dan kamu menerimanya, maka bank akan menerbitkan Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit atau biasa disebut SP3K. Jika surat ini sudah keluar, berarti keputusan persetujuan KPR memang sudah final, akan tetapi proses pengajuan KPR belum selesai di sini. Kita harus meminta bantuan notaris untuk melengkapi berbagai dokumen persyaratan dalam SP3K seperti surat perjanjian kredit, akta jual beli, dan sebagainya. Di tahap ini, kita juga harus mengeluarkan biaya untuk jasa notaris.

7. Tanda tangan akad kredit di hadapan notaris

Kini saatnya kamu tanda tangan akad dan bernafas lega!

sumber gambar

Setelah semua dokumen persyaratan dalam SP3K sudah diterbitkan oleh notaris, maka ini saatnya menyelesaikan proses pengajuan KPR dengan tanda tangan akad kredit di hadapan notaris. Pada saat penandatanganan, pihak yang harus hadir di hadapan notaris adalah pihak pengaju KPR, wakil dari bank, serta penjual rumah. Setelah dokumen akad ditandatangani, bank akan mentransfer dana yang sudah disetujui ke pihak penjual rumah, dan notaris akan melanjutkan dengan proses balik nama sertifikat tanah dan surat-surat lainnya yang diperlukan. Nah, dari sejak dana masuk ke penjual rumah, kamu sudah bisa menempati rumah tersebut, lho.

Nah, gimana? Nggak ribet kan prosesnya? Walaupun memang prosesnya dapat memakan waktu yang cukup lama, tapi sebenarnya prosesnya nggak rumit kok. Apalagi kalau rumah yang akan kita beli sudah ada kerjasama dengan pihak bank sebelumnya. Seperti di Permata Bogor Residence yang sudah memiliki kerjasama baik dengan bank konvensional maupun syariah, tentu proses pengajuan KPR akan lebih cepat dan lebih mudah. Jadi, sudah siap mengajukan KPR? Cek info lengkapnya di sini ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *